Ujang Mormin, yang bertempur dalam Pertempuran Pasir Panjang yang bersejarah, meninggal setelah tertular COVID-19


SEREMBAN, Malaysia: Veteran Perang Dunia II Ujang Mormin, yang bertempur bersama pahlawan perang Letnan Adnan Saidi dalam Pertempuran Pasir Panjang yang bersejarah, tewas di Malaysia pada Selasa (9 Februari) setelah tertular COVID-19.

Dia berusia 100 tahun.

Dikenal sebagai Tok Ujang, ia bertugas sebagai tentara swasta dengan Batalyon Pertama Resimen Kerajaan Melayu (1 RAMD), setelah bergabung dengan tentara Inggris pada tahun 1939. Pada tahun 1941, ia ditempatkan di benteng militer Inggris Gap Ridge di Singapura.

Pertempuran Pasir Panjang terjadi pada bulan Februari 1942, menandai tahap terakhir invasi Jepang ke Singapura.

Pak Ujang, yang berasal dari Kampung Kundur, Rembau, adalah salah satu dari segelintir RAMD yang selamat dari pertempuran tersebut.

Cucu perempuannya, Lailawati Jamil, 59, membenarkan kematiannya saat dihubungi Bernama.

Dia mengatakan Ujang dirawat di rumah sakit Sungei Buloh pada 26 Januari setelah dinyatakan positif COVID-19. Pada 5 Februari, dia diberi tahu bahwa dia dalam kondisi kritis.

“Sebelumnya, dia telah mengungkapkan kerinduannya untuk bertemu kerabat dan teman, seolah-olah dia tahu waktunya telah tiba, tetapi karena situasi COVID-19 saat ini, kami tidak dapat mengunjunginya,” katanya.

Dia dimakamkan di Pemakaman RAMD di Port Dickson pada hari Rabu.

“Karena COVID-19, kami harus melakukan pemakaman dengan norma baru,” kata panglima militer Zamrose Mohd Zain. “Namun, kami mengambil inisiatif untuk memberinya penghormatan pemakaman militer sebagai penghargaan atas pengabdiannya di ketentaraan.”

Ia menambahkan, TNI melalui RAMD Foundation, ATM Veteran Foundation, ATM Departemen Urusan Veteran dan RAMD Officers Club juga memberikan bantuan kepada keluarga.

POUR CONDOLENCES IN DARI PEMERINTAH, ROYALITAS

Pada hari Rabu, pemerintah Negeri Sembilan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya, dengan Ketua Menteri Aminuddin Harun mengatakan kematiannya merupakan kerugian besar bagi Malaysia.

“Kami kehilangan seorang pejuang hebat, seorang kelahiran Negeri Sembilan, yang perbuatan dan pengabdiannya kepada negara akan selalu dikenang,” katanya.

Raja dan ratu Malaysia juga telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Ujang.

Jenderal Zamrose menyampaikan belasungkawa kepada Lailawati pada konferensi pers usai pemakaman veteran perang pada Rabu.

Dia menambahkan bahwa belasungkawa juga diungkapkan dalam surat yang disampaikan kepada keluarganya oleh pengawal raja.

“Yang Mulia juga menyetujui bantuan yang diperlukan untuk diberikan kepada keluarga veteran perang,” katanya.

Jenderal Zamrose mengatakan belasungkawa juga mengalir dari Sultan Kedah, Al Aminul Karim Sultan Sallehuddin Sultan Badlishah, yang merupakan Kolonel-in-Chief Resimen Kerajaan Melayu (RAMD), Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan Menteri Pertahanan Senior Ismail Sabri Yaakob, serta dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM).

Dipublikasikan Oleh : Togel Singapore