Tim pengirim papan keselamatan transportasi AS untuk menyelidiki kecelakaan pesawat Sriwijaya Air

Tim pengirim papan keselamatan transportasi AS untuk menyelidiki kecelakaan pesawat Sriwijaya Air


WASHINGTON: Amerika Serikat mengatakan pada Selasa (12 Januari) akan mengirim tim penyelidik ke Indonesia sebagai bagian dari penyelidikan atas kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan 62 orang di dalamnya.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) akan mengirimkan perwakilan terakreditasi AS dan tiga penyelidik lainnya ke ibu kota Indonesia, Jakarta. Pesawat Boeing 737-500 itu jatuh ke laut pada Sabtu, empat menit setelah berangkat dari bandara utama Jakarta.

NTSB memiliki keahlian dalam operasi, kinerja manusia, struktur dan sistem pesawat, kata dewan keselamatan, seraya menambahkan personel dari Administrasi Penerbangan Federal AS, General Electric dan Boeing akan bergabung.

BACA: Sriwijaya Air Crash – Co-pilot Tercerdas di Sekolah Terbang, Pilot Orang yang ‘Hangat dan Penyayang’

BACA: Kecelakaan Udara Sriwijaya – Penjaga Hutan dan Keluarga Naik Penerbangan Sebelumnya Setelah Mendapatkan Hasil Tes COVID-19

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pada hari Selasa bahwa dia sangat yakin bahwa perekam suara kokpit dari pesawat akan segera ditemukan, setelah perekam data penerbangan diambil.

Lebih dari 3.600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar dan 20 perahu kecil sedang mencari di wilayah utara Jakarta di mana penerbangan SJ182 jatuh, dan telah menemukan bagian-bagian pesawat dan sisa-sisa manusia di dalam air pada kedalaman 23m.

BACA: Kecelakaan Sriwijaya Air menempatkan keselamatan penerbangan Indonesia di bawah sorotan baru

Para penyelidik telah mengirim tas mayat berisi jasad manusia ke para ahli identifikasi polisi, yang pada hari Senin mengatakan mereka telah mengidentifikasi korban pertama mereka, pramugari berusia 29 tahun Okky Bisma.

Kementerian transportasi Indonesia sebelumnya mengatakan bahwa jet Boeing 737-500, yang telah dilarang terbang antara Maret dan Desember tahun lalu di tengah pandemi COVID-19, telah melewati pemeriksaan kelaikan udara pada 14 Desember.

Dipublikasikan Oleh : Pengeluaran HK

Asia