Sedikitnya 2 tewas, 16 hilang setelah longsor di Indonesia


NGANJUK, Indonesia: Hujan deras memicu tanah longsor di pulau utama Indonesia, Jawa, menewaskan sedikitnya dua orang dan menyebabkan 16 lainnya hilang, ketika personel darurat yang menggali dengan tangan kosong dan peralatan pertanian berusaha keras untuk menemukan lebih banyak korban pada hari Senin (15 Februari) , kata pejabat.

Ratusan penyelamat, termasuk tentara, polisi dan relawan, ambil bagian dalam pencarian orang hilang di desa Selopuro di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur untuk mencari kemungkinan korban, kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Raditya Jati.

Lumpur yang menggulung dari bukit-bukit sekitarnya pada Minggu malam melanda sedikitnya delapan rumah, menyebabkan 21 orang terkubur di bawah berton-ton lumpur. Empat belas orang lainnya terluka.

Jati mengatakan tim penyelamat mengambil dua mayat dan menarik tiga orang yang terluka dari lumpur dan membawa mereka ke rumah sakit. Petugas penyelamat sedang mencari 16 warga desa yang masih hilang.

Jati mengatakan kurangnya alat berat yang tidak dapat menjangkau desa dan cuaca buruk menghambat upaya pencarian.

BACA: DALAM FOKUS: Penanggulangan banjir tahunan di Jakarta

Hujan semalaman juga menyebabkan lebih banyak sungai meluap di tepiannya di kabupaten lain di provinsi itu pada Senin, mengirimkan hampir satu meter air berlumpur ke lebih banyak daerah pemukiman, memaksa ratusan orang mengungsi dari rumah mereka yang terendam, kata Jati.

Banjir hebat juga dilaporkan terjadi di banyak provinsi lain di negara kepulauan yang luas itu selama beberapa hari terakhir.

Hujan yang turun secara musiman menyebabkan tanah longsor dan banjir sering terjadi setiap tahun di Indonesia, rantai dari 17.000 pulau di mana jutaan orang tinggal di daerah pegunungan atau dekat dataran banjir yang subur.

Dipublikasikan Oleh : Data HK