Pria itu memberikan peringatan keras karena masuk tanpa izin ke gereja dan merusak patung Bunda Maria

Pria itu memberikan peringatan keras karena masuk tanpa izin ke gereja dan merusak patung Bunda Maria

[ad_1]

SINGAPURA: Seorang pria yang masuk tanpa izin ke sebuah gereja dan merusak patung Bunda Maria telah diberi peringatan keras, dengan penuntut menarik semua dakwaan terhadapnya.

Ras Koh Jun Xian, 38, diberi pembebasan sebesar pembebasan pada hari Senin (11 Januari) karena tuduhan pelanggaran pidana dan satu lagi mencemari tempat ibadah dengan maksud menghina suatu agama.

Dia telah memanjat pagar dan memasuki halaman Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria di sepanjang Jalan Serangoon Atas pada 2 November, 5 November dan 12 November tahun lalu.

Pada kesempatan terakhir, ia menggunakan Blu Tack, perekat yang bisa dilepas, untuk menempelkan kelereng pada mata patung Bunda Maria.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, polisi mengatakan pihaknya memberikan peringatan keras kepada Koh atas dua pelanggaran tersebut, setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung (AGC).

Kedua dakwaan tersebut ditarik ke pengadilan pada hari Senin, dan Koh juga diperingatkan karena melakukan pelanggaran pidana untuk dua kesempatan lainnya.

Koh telah ditahan di Institute of Mental Health untuk pemeriksaan kejiwaan setelah didakwa pada 20 November tahun lalu dan ditemukan memiliki riwayat gangguan penggunaan zat yang ekstensif.

Namun, dia dinilai memiliki pikiran yang sehat pada saat pelanggaran ketiga.

“Pria itu mengaku ingin mendoakan patung itu dan berniat mempercantiknya karena rasa syukur,” kata polisi.

“Investigasi polisi mengungkapkan pria itu tidak berpikir bahwa dia akan mencemari patung itu. Tidak ada kerusakan permanen yang dilakukan pada patung itu oleh tindakan pria itu,” mereka menambahkan dalam pernyataan mereka.

“Dengan demikian, peringatan keras diberikan, dengan mempertimbangkan konteks keseluruhan dari pelanggaran tersebut, dan dengan mempertimbangkan periode penahanan yang diberikan.”

Hukuman untuk pelanggaran kriminal adalah hukuman penjara hingga tiga bulan, denda hingga S $ 1.500, atau keduanya. Hukuman bagi penodaan tempat ibadah dengan maksud menghina agama adalah penjara maksimal lima tahun, denda, atau keduanya.

Dipublikasikan Oleh : Togel Singapore

Singapore