Penyelam menemukan ‘kotak hitam’ dari pesawat Sriwijaya Air Indonesia yang jatuh

Penyelam menemukan ‘kotak hitam’ dari pesawat Sriwijaya Air Indonesia yang jatuh

[ad_1]

JAKARTA: Penyelam angkatan laut Indonesia yang mencari di dasar laut menemukan “kotak hitam” dari sebuah jet Sriwijaya Air yang jatuh ke Laut Jawa dengan 62 orang di dalamnya.

Pemulihan perangkat tersebut diharapkan dapat membantu penyelidik untuk menentukan apa yang menyebabkan pesawat Boeing 737-500 menukik ke laut tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada Sabtu (9 Januari).

BACA: Penyelam di Indonesia menyaring puing-puing lumpur dasar laut karena jatuhnya kotak hitam Sriwijaya Air

Stasiun TV pada hari Selasa menunjukkan penyelam di atas kapal karet dengan wadah putih besar berisi kotak hitam. Tidak jelas apakah perangkat itu adalah data penerbangan pesawat atau perekam suara kokpit. Ini akan diserahkan kepada Komite Keselamatan Transportasi Nasional, yang mengawasi investigasi kecelakaan.

Sebuah kapal angkatan laut sebelumnya menangkap ping intens yang dipancarkan dari dua perekam tersebut. Mereka terkubur di lumpur dasar laut di bawah berton-ton benda tajam di reruntuhan, kata Kepala Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

Dia mengatakan setidaknya 160 penyelam dikerahkan pada hari Selasa untuk mencari perangkat tersebut.

Penyelam Angkatan Laut Indonesia memposisikan kapal mereka di dekat pelampung penanda saat mereka melanjutkan pencarian puing-puing pesawat penumpang Sriwijaya Air yang jatuh terus di Laut Jawa, dekat Jakarta, Indonesia pada 12 Jan 2021. (Foto: AP / Tatan Syuflana)

Lebih dari 3.600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar dan 20 perahu kecil sedang mencari di daerah utara Jakarta di mana Penerbangan 182 jatuh dan telah menemukan bagian-bagian pesawat dan sisa-sisa manusia di dalam air pada kedalaman 23m.

Sejauh ini, para pencari telah mengirimkan 74 kantong jenazah berisi jenazah kepada para ahli identifikasi polisi yang pada Senin mengatakan mereka telah mengidentifikasi korban pertama mereka, pramugari berusia 29 tahun Okky Bisma.

BACA: Kecelakaan Sriwijaya Air menempatkan keselamatan penerbangan Indonesia di bawah sorotan baru

Istrinya, Aldha Refa, yang juga seorang pramugari Sriwijaya Air, berbagi kesedihannya melalui serangkaian postingan di media sosial.

“Suamiku adalah pria yang penyayang, saleh, dan sangat baik,” tulisnya di Instagram. “Surga adalah tempatmu, sayang … damai di sana.”

Anggota keluarga yang menderita telah memberikan sampel untuk tes DNA dan polisi mengatakan hasilnya diharapkan dalam empat hingga delapan hari.

Dipublikasikan Oleh : Pengeluaran HK

Asia