Penyelam di Indonesia menyaring puing-puing, lumpur dasar laut untuk menabrak kotak hitam Sriwijaya Air

Penyelam di Indonesia menyaring puing-puing, lumpur dasar laut untuk menabrak kotak hitam Sriwijaya Air

[ad_1]

JAKARTA: Penyelam angkatan laut Indonesia mencari melalui puing-puing pesawat dan lumpur dasar laut pada Selasa (12 Jan) mencari kotak hitam pesawat jet Sriwijaya Air yang menukik ke Laut Jawa selama akhir pekan dengan 62 orang di dalamnya.

Sebuah kapal angkatan laut sebelumnya menangkap ping intens yang dipancarkan dari kotak berisi perekam suara kokpit dan data penerbangan Boeing 737-500 yang jatuh pada Sabtu beberapa menit setelah lepas landas dari ibu kota, Jakarta, dalam hujan lebat.

Para penyelam menggunakan peralatan “ping locator” berteknologi tinggi untuk lebih mempersempit perburuan mereka di bawah 20m lumpur dasar laut tetapi kotak hitam terkubur di bawah berton-ton benda tajam di reruntuhan, kata Kepala Angkatan Laut Yudo Margono.

Dia menambahkan bahwa menghilangkan hambatan tersebut memperlambat upaya untuk menjangkau perangkat.

Seorang penyelam menunjuk puing-puing yang berserakan di dasar laut di Laut Jawa tempat pesawat penumpang Sriwijaya Air jatuh di Indonesia. (Gambar: AP / TNI AL)

Sebuah kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh dikirim ke lokasi kotak hitam, dan Margono mengatakan setidaknya 160 penyelam akan dikerahkan pada hari Selasa untuk meningkatkan pencarian kotak hitam.

Lebih dari 3.600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar, dan 20 perahu kecil telah bergabung dalam pencarian yang telah menemukan bagian-bagian pesawat dan sisa-sisa manusia di air pada kedalaman 23m.

Sejauh ini, penggeledah telah mengirimkan 74 kantong jenazah berisi jasad manusia kepada para ahli identifikasi polisi yang pada Senin mengatakan mereka telah mengidentifikasi korban pertama mereka, seorang pria 29 tahun, Okky Bisma, seorang pramugari.

“Suamiku yang super baik … Surga adalah tempatmu … Sampai kita bertemu lagi sayang,” tulis istri Okky yang juga seorang pramugari di akun Instagram-nya.

BACA: Kecelakaan Udara Sriwijaya – Penjaga Hutan dan Keluarga Naik Penerbangan Sebelumnya Setelah Mendapatkan Hasil Tes COVID-19

Anggota keluarga yang menderita telah memberikan sampel untuk tes DNA dan polisi mengatakan hasilnya diharapkan dalam empat hingga delapan hari.

Juru bicara Polri Rusdi Hartono mengatakan sekitar 53 sampel untuk tes DNA sudah terkumpul namun masih banyak yang dibutuhkan, terutama dari orang tua dan anak korban.

Kecelakaan Pesawat Indonesia

Seorang penyelam menemukan puing-puing yang berserakan di dasar laut di Laut Jawa, tempat pesawat penumpang Sriwijaya Air jatuh di Indonesia. (Foto: AP / TNI AL)

Informasi yang terdapat dalam kotak hitam akan menjadi kunci untuk mempelajari apa yang jatuh pada penerbangan SJ182. Perangkat terlepas dari ekor pesawat saat jatuh, dan pencariannya terkonsentrasi di antara pulau Lancang dan Laki di rangkaian Pulau Seribu di utara Jakarta.

Saat ditemukan, perangkat tersebut akan diserahkan ke Komite Keselamatan Transportasi Nasional, atau KNKT, yang mengawasi investigasi kecelakaan.

KNKT Indonesia mengatakan Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura akan membantu mencari kotak hitam dan Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat akan ikut menyelidiki kecelakaan itu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengesampingkan kemungkinan putus di udara setelah melihat kondisi bangkai kapal yang ditemukan oleh pencari. Dia mengatakan jet itu utuh sampai menghantam air, memusatkan bidang puing-puing, daripada menyebarkannya ke area yang luas seperti yang terlihat pada peristiwa di udara.

BACA: Pesawat Sriwijaya Air ‘kemungkinan pecah’ saat menabrak perairan: Penyelidik Indonesia

Bencana tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang keselamatan di industri penerbangan Indonesia, yang tumbuh pesat setelah ekonomi dibuka menyusul jatuhnya diktator Suharto pada akhir 1990-an.

Amerika Serikat telah melarang maskapai penerbangan Indonesia beroperasi di negara itu pada tahun 2007, mencabut tindakan tersebut pada tahun 2016, dengan alasan peningkatan kepatuhan dengan standar penerbangan internasional. Uni Eropa mencabut larangan serupa pada 2018.

BACA: Kecelakaan Sriwijaya Air menempatkan keselamatan penerbangan Indonesia di bawah sorotan baru

Pada tahun lalu, penerbangan Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh pandemi COVID-19 yang menyebabkan pembatasan perjalanan dan penurunan permintaan di kalangan pelancong.

Sriwijaya Air hanya mengalami insiden keselamatan kecil di masa lalu, meskipun seorang petani tewas pada tahun 2008 ketika sebuah pesawat jatuh dari landasan pacu saat mendarat karena masalah hidrolik.

Pada 2018, sebuah jet Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Lion Air jatuh, menewaskan 189 orang. Sistem kontrol penerbangan otomatis berperan dalam kecelakaan itu, tetapi jet Sriwijaya Air tidak memiliki sistem itu di dalamnya.

Dipublikasikan Oleh : Pengeluaran HK

Asia