Kehati-hatian di Indonesia saat serangan China Sinovac COVID-19 dimulai

Kehati-hatian di Indonesia saat serangan China Sinovac COVID-19 dimulai


JAKARTA: Dokter Indonesia telah menderita salah satu tingkat kematian tertinggi di dunia akibat virus korona, tetapi itu tidak menghentikan beberapa dari menyuarakan keprihatinan atas kampanye vaksinasi.

Hampir 1,5 juta pekerja kesehatan berada di urutan pertama yang diimunisasi di negara terpadat keempat di dunia itu setelah menjadi yang pertama di luar China yang memulai vaksinasi massal dengan perusahaan China, Sinovac Biotech’s CoronaVac.

“Saya tidak menolak vaksin, saya menolak Sinovac,” kata Yusdeny Lanasakti, dokter Jawa Timur yang mengkhawatirkan khasiat vaksin tersebut.

Vaksin itu 50,4 persen efektif dalam uji coba di Brasil, kata para peneliti pada Selasa (12 Januari). Indonesia menyetujuinya untuk penggunaan darurat berdasarkan data sementara yang menunjukkan kemanjuran 65,3 persen. Peneliti Turki memberikan angka sementara 91,25 persen.

Sinovac tidak segera menanggapi permintaan komentar.

BACA: Presiden Jokowi mendapat suntikan Sinovac untuk secara resmi meluncurkan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Bambang Heriyanto, sekretaris perusahaan Bio Farma, perusahaan Indonesia yang terlibat dalam uji coba tersebut, mengatakan data Brasil masih melampaui patokan Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 50 persen.

Ikatan Dokter Indonesia, yang mengatakan setidaknya 259 dokter Indonesia meninggal karena COVID-19 hingga Sabtu, juga mendorong penggunaan vaksin di negara berpenduduk 270 juta itu.

“Kita bisa mengurangi angka kematian yang tinggi di antara dokter dan pekerja medis,” kata pemimpinnya, Daeng M. Faqih.

Jumlah kematian dokter di Indonesia mencapai lebih dari sepertiga dari 736 kematian di India, tetapi India memiliki lebih dari lima kali lebih banyak orang, dengan enam kali lebih banyak kematian akibat virus daripada 24.434 yang tercatat di Indonesia dari 846.765 infeksi.

BACA: Indonesia mulai menggulirkan vaksinasi saat kematian akibat COVID-19 mencapai rekor

PERTANYAAN

Dominicus Husada, seorang dokter anak di Jawa Timur, mengatakan kepada Reuters bahwa dia siap untuk vaksinasi tetapi menambahkan, “Ada beberapa aspek yang belum terjawab, seperti berapa lama kekebalan bertahan dan bagaimana itu berkurang dari waktu ke waktu.”

Dokter menginginkan lebih banyak informasi untuk meredakan kekhawatiran, kata Tri Maharani, dokter lain di Jawa Timur, yang telah menderita COVID-19 sehingga tidak akan mendapatkan vaksin.

Dicky Budiman, seorang ahli epidemiologi di Universitas Griffith Australia, menambahkan, “Jika ada keraguan di antara para profesional kesehatan, ini berarti ada akar masalah.”

Ini bisa berupa strategi yang kurang optimal, atau informasi yang diberikan oleh pemerintah tidak cukup bagi para profesional, terutama mengenai manfaat dan risiko, tambahnya.

Siti Nadia Tarmizi, seorang pejabat senior kementerian kesehatan, mengatakan tidak akan ada sanksi bagi dokter yang menolak vaksinasi, tetapi mendesak petugas medis untuk tidak waspada.

Kebanyakan perawat sudah siap untuk vaksinasi, kata Harif Fadhillah, ketua Ikatan Perawat Indonesia.

Skeptisisme terhadap vaksin merupakan tantangan tambahan bagi Indonesia dalam rencananya untuk menginokulasi lebih dari 180 juta orang yang tinggal di ribuan pulau selama 15 bulan ke depan.

Jajak pendapat bulan Desember menunjukkan hanya 37 persen orang Indonesia yang bersedia divaksinasi sementara 40 persen akan mempertimbangkannya dan 17 persen menolak.

Sinovac adalah pemasok vaksin terbesar di Indonesia, tetapi juga memperoleh dosis dari AstraZeneca dan beberapa dari Pfizer dan mitranya BioNTech, yang telah menunjukkan kemanjuran lebih dari 95 persen.

Guna memacu partisipasi dalam kampanye, Presiden Joko Widodo mendapat vaksin Sinovac pada Rabu.

Tetapi Agnes Christie Supangkat, seorang dokter di Jakarta, ibu kota, mengatakan dia tidak yakin dan tidak akan divaksinasi.

“Tampaknya sedang diburu-buru untuk menekan pandemi, tapi baru beberapa uji coba yang sudah dilakukan,” ujarnya.

TANDA TANDA INI: Cakupan komprehensif kami tentang wabah virus korona dan perkembangannya

Unduh aplikasi kami atau berlangganan saluran Telegram kami untuk pembaruan terkini tentang wabah virus corona: https://cna.asia/telegram

Dipublikasikan Oleh : Pengeluaran HK

Asia