Dua pria ditangkap atas dugaan insiden tabrak lari di Toa Payoh


SINGAPURA: Dua pria yang diyakini terlibat dalam insiden lalu lintas di Toa Payoh pekan lalu ditangkap pada Minggu (14 Februari) dan Senin, kata polisi.

Pria berusia 27 dan 34 tahun itu diyakini sebagai penumpang dan pengemudi mobil yang diduga menabrak pejalan kaki dan menabrak pagar pembatas jalan tengah di sepanjang Lorong 1 Toa Payoh menuju Lorong 2 Toa Payoh pada hari Jumat.

“Pada 12 Februari 2021 sekitar pukul 23.55, dua petugas Polisi Lalu Lintas melihat sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di sepanjang Jalan Tol Pulau Pan (PIE) menuju Bandara Changi, sebelum pintu keluar Toa Payoh,” kata polisi dalam rilis berita pada Selasa.

Petugas polisi lalu lintas memberi isyarat agar pengemudi berhenti tetapi dia tidak menurut dan melaju menuju Lorong 2 Toa Payoh, tambah mereka.

Pengemudi kemudian kehilangan kendali atas kendaraan dan menabrak pagar pembatas jalan tengah. Dia dan dua penumpang kemudian melarikan diri dengan berjalan kaki.

Sebuah video yang diposting online, yang konon merupakan insiden, menunjukkan apa yang tampak seperti tiga orang melarikan diri dari sebuah mobil hitam yang menabrak pagar.

Petugas mengejar mereka dan kemudian menangkap seorang penumpang wanita berusia 32 tahun di tempat kejadian karena dugaan pelanggaran terkait narkoba.

Identitas pria yang tersisa ditentukan melalui penyelidikan oleh petugas dari Divisi Polisi Tanglin dan Polisi Lalu Lintas, kata polisi.

Pria berusia 27 tahun itu ditangkap pada hari Minggu karena diduga bergaul dengan orang-orang yang membawa senjata ofensif di tempat umum dan karena dugaan pelanggaran terkait narkoba.

Dengan bantuan Biro Narkotika Pusat, pria berusia 34 tahun itu ditangkap keesokan harinya karena diduga membawa senjata ofensif di tempat umum, dugaan pelanggaran terkait narkoba, mengemudi berbahaya yang menyebabkan luka parah dan pelanggaran terkait lalu lintas lainnya.

Dia akan didakwa di pengadilan pada hari Selasa. Investigasi terhadap pria berusia 27 tahun dan wanita berusia 32 tahun itu sedang berlangsung, kata polisi.

Jika terbukti membawa senjata ofensif di tempat umum, dia bisa dipenjara hingga tiga tahun atau dicambuk. Karena bergaul dengan orang yang membawa senjata ofensif di tempat umum, pria berusia 27 tahun itu menghadapi hukuman yang sama.

Untuk mengemudi berbahaya yang menyebabkan luka parah, tersangka bisa dipenjara antara satu sampai lima tahun, dan didiskualifikasi dari mengemudi.

Mereka yang dinyatakan bersalah mengonsumsi obat-obatan yang dikontrol atau ditentukan dapat dipenjara hingga 10 tahun, denda hingga S $ 20.000 atau keduanya.

Dipublikasikan Oleh : Togel Singapore